1. Semua orang suci disatukan dengan Yesus Kristus, kepala mereka oleh Roh-Nya dan oleh iman. Hal itu tidak berarti orang kudus menjadi satu kepribadian dengan Dia. Orang Kristen mempunyai bagian dalam kasih karunia-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dan kemuliaan-Nya. Sejak orang Kristen disatukan dalam kasih, mereka dapat menikmati persekutuan dalam karunia – karunia, kasih karunia, dan berkewajiban saling melayani secara umum maupun pribadi demi kebaikan bersama, baik dalam hal yang bersifat rohani maupun yang bersifat sementara.
1Yoh 1:3; Yoh 1:16; Flp 3:10; Rm 6:5, 6; Ef 4:15, 16; 1Kor 12:7; 3:21-23; 1Tes 5:11, 14; Rm 1:12; 1 Yoh 3:17, 18; Gal 6:10
2. Orang kudus terikat dengan pengakuan iman untuk menjaga persekutuan yang suci dan persatuan di dalam menyembah Allah untuk melakukan pelayanan yang meningkatkan kebaikan bersama. Mereka terikat untuk saling meringankan beban jasmani sesuai dengan keperluannya dan kemampuannya. Persekutuan tersebut menurut aturan Injil khusus dipraktekkan dalam hubungan keluarga dan gereja. Persekutuan itu dapat diperluas sesuai dengan kesempatan yang diberikan Allah kepada segenap orang seiman, kepada semua orang di semua tempat yang memanggil nama Tuhan Yesus. Namun demikian harus dimengerti bahwa saling menolong antara orang kudus tidak meniadakan atau merusak hak milik, hak menguasai barangnya dan harta bendanya.4
Ibr 3:12, 13; 10:24, 25; Kis 11:29, 30; Ef 6:4; 1Kor 12:14-27; Kis 5:4; Ef 4:28
Published on July 30, 2026