-
Alkitab adalah satu – satunya standar atau pedoman yang lengkap, pasti dan benar bagi pengetahuan, iman, dan ketaatan yang berhubungan dengan keselamatan. Pengetahuan tentang Allah dan kehendak-Nya, yang diperlukan untuk keselamatan manusia, tidak dapat diperoleh dari alam semesta maupun dari pekerjaan Allah dalam penciptaan dan pemeliharaan dunia.
Memang benar alam semesta beserta pekerjaan Allah di dalam dunia membuktikan sejelas – jelasnya kebaikan, kebijaksanaan dan kuasa Allah. Namun bukti – bukti itu tidak cukup menyelamatkan manusia. Walaupun demikian pengetahuan yang diperoleh dari alam cukup untuk menuntut pertanggungjawaban manusia yang menolak Allah.
2 Tim 3:16; Yes 8:20; Luk 16:29, 31; Ef 2:20; 2Mzm 19:2-5; Rm 1:19-21; 2:14-15Karena itu Tuhan berkenan untuk menyatakan Diri serta kehendak-Nya kepada Gereja-Nya dalam segala zaman dengan berbagai cara. Tuhan mendorong agar wahyu tentang diri-Nya serta kehendak-Nya ditulis secara lengkap supaya kebenaran yang telah diwahyukan-Nya betul – betul disebarkan dan dipelihara dengan baik. Dengan demikian perkembangan, penghiburan dan pemeliharaan Gereja dapat terjamin terhadap hal – hal yang bertentangan yaitu sifat manusia yang cemar, kebencian Setan, dan kebencian dunia. Oleh karena Allah tidak lagi menyatakan diri-Nya dengan cara yang dahulu dipergunakan, maka Alkitab menjadi sangat penting bagi manusia.
Ibr 1:1; Ams 22:19-21; Rm 15:4; 2Pet 1:19-20
- Alkitab, yaitu Firman Allah yang tertulis, terdiri dari kitab – kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang namanya terdaftar di bawah ini :
PERJANJIAN LAMA
| Kejadian | I Raja – Raja | Pengkhotbah | Obaja |
|---|---|---|---|
| Keluaran | II Raja – Raja | Kidung Agung | Yunus |
| Imamat | I Tawarikh | Yesaya | Mikha |
| Bilangan | II Tawarikh | Yeremia | Nahum |
| Ulangan | Ezra | Ratapan | Habakuk |
| Yosua | Nehemia | Yehezkiel | Zefanya |
| Hakim – Hakim | Ester | Daniel | Hagai |
| Rut | Ayub | Hosea | Zakharia |
| I Samuel | Mazmur | Yoel | Maleakhi |
| II Samuel | Amsal | Amos |
PERJANJIAN BARU
| Matius | II Korintus | I Timotius | II Petrus |
|---|---|---|---|
| Markus | Galatia | II Timotius | I Yohanes |
| Lukas | Efesus | Titus | II Yohanes |
| Yohanes | Filipi | Filemon | III Yohanes |
| Kisah Para Rasul | Kolose | Ibrani | Yudas |
| Roma | I Tesalonika | Yakobus | Wahyu |
| I Korintus | II Tesalonika | I Petrus |
Semua kitab itu di ilhamkan oleh Allah untuk menjadi pedoman atau patokan bagi hidup dan iman. 2 Tim 3 : 16
-
Semua kitab yang disebut Apokripha tidak tertulis melalui pekerjaan Roh Kudus dan tidak termasuk dalam Alkitab. Sebab itu kitab – kitab Apokripha tidak mempunyai kuasa terhadap Gereja Allah. Kitab – kitab itu dianggap sama seperti tulisan manusia lainnya. Luk 24:27; Rm 3:2
-
Alkitab itu membuktikan sendiri keasliannya. Otoritas Alkitab tidak bergantung kesaksian manusia atau Gereja manapun, melainkan sepenuhnya bergantung kepada Allah, Pengarang Alkitab itu sendiri. Alkitab harus diterima karena Alkitab adalah Firman Allah. 2Pet 1:19 – 21; 2Tim 3:16; 1Tes 2:13; 1Yoh 5:9
-
Kesaksian Gereja Allah dapat mempengaruhi dan menyebabkan kita menjunjung tinggi Alkitab. Alkitab telah terbukti sebagai Firman Allah melalui :
(1) isinya yang bersifat sorgawi
(2) keampuhan doktrinnya
(3) keagungan gaya penulisannya
(5) kenyataan bahwa seluruh isi Alkitab memuliakan Allah
(6) penjelasannya yang lengkap tentang cara satu – satunya jalan keselamatan
(7) dan sifat – sifat baik lainnya.Walaupun demikian, kita mengakui bahwa keyakinan dan kepastian penuh kita bahwa ajaran Alkitab itu tak dapat salah dan bahwa Kitab Suci itu berkekuasaan ilahi, berasal dari pekerjaan Roh Kudus di dalam hati kita. Roh Kudus bersaksi oleh dan dengan Firman di dalam hati kita.
2Tim 3:13,14; 1Kor 2:10-12; 1 Yoh 2:20,27
-
Seluruh wahyu Allah tentang semua hal yang penting bagi kemuliaan Allah serta bagi keselamatan, iman dan hidup manusia, tertulis dan secara nyata dan tegas atau secara tersirat di dalam Alkitab. Tidak ada satupun, baik yang dianggap wahyu dari roh maupun tradisi manusia yang boleh ditambahkan kepada Alkitab. 2Tim 3:15 – 17 Gal 1:8, 9
Sekalipun demikian kita akui bahwa penerangan batin oleh Roh Kudus diperlukan untuk mengerti dengan benar apa yang dinyatakan Alkitab. Juga kita percaya bahwa ada beberapa segi kebaktian kepada Allah dan pemerintahan Gereja, yaitu perkara – perkara yang biasa dijalankan, ditentukan dan diatur menurut hukum alam dan akal sehat orang Kristen, tetapi hatus selaras dengan aturan Firman Allah dan tidak boleh ada penyelewengan darinya. Yoh 6:45; 1Kor 2:9 – 12; 1Kor 11:13, 14; 1Kor 14:26, 40
-
Isi Alkitab berbeda – beda tingkat kejelasannya dan ada orang yang dapat memahaminya lebih baik daripada orang lain. Walaupun demikian semua perkara yang mendasar bagi keselamatan manusia dinyatakan dengan tegas dan dijelaskan dengan terang di dalam satu atau lebih bagian di dalam Alkitab.
Semua yang harus diketahui, dipercayai dan ditaati agar manusia diselamatkan tercantum sejelas – jelasnya di dalam Alkitab, sehingga seorang yang berpendidikan atau tidak berpendidikan dapat cukup mamahaminya, asal mereka memakai sarana yang seharusnya. 2Pet 3:16; Mzm 19:8; 119:130
-
Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani (bahasa aslinya sebelum diterjemahkan) diilhamkan oleh Allah pada permulaan. Seterusnya Allah melindungi dan memelihara Alkitab supaya tetap murni sepanjang abad. Karena itu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tetap asli dan bagi Gereja menjadi satu – satunya pengadilan yang tertinggi untuk segala persengkataan keagamaan.
Semua umat Allah berhak memiliki Alkitab dan berkepentingan terhadapnya, dan mereka diperintahkan untuk membaca dan menyelidiki Alkitab dengan sikap hormat kepada Allah. Alkitab harus diterjemahkan kedalam semua bahasa oleh karena bahasa aslinya tidak dikenal oleh semua umat Allah. Dengan terjemahan itu semua manusia dapat memperoleh pengetahuan Allah, berbakti kepada Allah dengan cara yang layak dan dapat berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan mendapat penghiburan dari Alkitab. Rm 3:2; 2Yes 8:20; Kis 15:15; Yoh 5:39; Rm 15:4
-
Pedoman yang tak dapat salah ialah : Alkitab harus ditafsirkan, diterangkan oleh Alkitab itu sendiri, yaitu satu bagian diterangkan oleh bagian yang lain. Dan karena itu semua pertanyaan tentang arti yang benar, nyata, lengkap dari satu bagian Alkitab harus ditentukan oleh bagian yang lain yang sebanding dan lebih jelas. 2Pet 1:20, 21; Kis 15:15,16
-
Semua persengketaan keagamaan harus diselesaikan oleh Alkitab dan hanya oleh Alkitab. Semua keputusan – keputusan dewan – dewan, pendapat – pendapat penulis – penulis zaman purba dan doktrin manusia sebagai perkumpulan ataupun pribadi harus diterima atau ditolak menurut pertimbangan Alkitab yang diberikan kepada kita oleh Roh Kudus. Berdasarkan pertimbangan Alkitab iman dapat diteguhkan. Mat 22:29, 31, 32; Ef 2:20; Kis 28:23